Pages

Pusat Riset dan Kajian Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang

Rabu, 31 Desember 2008

Dampak Rendahnya Tarif Komunikasi Seluler Terhadap

Sosial Ekonomi Masyarakat Indonesia

Oleh :
Ridiah Tris Yanti
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Komunikasi merupakan suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan. Umumnya komunikasi memerlukan media sebagai alat untuk menyampaikan pesan sehingga dapat diterima dan diterjemahkan dengan mudah oleh si penerima pesan. Komunikasi dalam suatu masyarakat merupakan proses utama yang merupakan bagian dari kontak dan interaksi sosial, sehingga komunikasi berlangsung hampir setiap saat di semua sendi kehidupan.

Kemajuan teknologi sangat membantu manusia khususnya dalam proses berkomunikasi. Berawal dari munculnya telepon kabel, kemudian telepon tanpa kabel, handphone hingga komunikasi generasi ketiga yaitu 3G membuat manusia sangat dimanjakan oleh kemudahan dalam berkomunikasi tanpa terpengaruh lagi oleh jarak. Saat ini, handphone bukanlah merupakan barang tersier yang hanya dimiliki beberapa orang berada, namun sudah beralih menjadi barang primer yang wajib baik bagi anak-anak, remaja maupun orang dewasa, menjadi barang pokok baik bagi pegawai, karyawan, wiraswasta bahkan menjangkau sampai ke tukang becak. Apalagi, saat ini tarif telepon seluler dinilai sangat murah disertai dengan hadirnya berbagai macam tipe handphone dengan karakteristiknya yang berbeda-beda dengan tawaran harga yang sangat terjangkau. Hal ini tentu akan menimbulkan berbagai dampak sosial ekonomi dalam masyarakat Indonesia.

Teknologi merupakan salah satu dampak modernisasi yang dapat mengakibatkan perubahan sosial dalam masyarakat. Perubahan sosial dapat menuju ke arah positif, namun ada juga yang cenderung ke arah negatif. Teknologi komunikasi dapat menyebabkan perubahan dalam masyarakat karena memberikan alternatif – alternatif baru dalam usaha mempermudah komunikasi, teknologi komunikasi mempengaruhi masyarakat untuk kemudian cenderung merubah gaya komunikasi masyarakat, introduksi teknologi yang berlebihan dapat menimbulkan konflik internal baru dalam masyarakat (Suyanto,2006).

Dewasa ini sedang terjadi perang tarif antara berbagai operator yang berlomba-lomba menawarkan tarif paling murah. Diiringi dengan harga hanphone yang kian menjangkau kalangan menengah ke bawah, turunnya tarif telekomunikasi ini tentu saja memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Keadaan ini disebabkan karena telekomunikasi itu sendiri sudah menjadi kebutuhan pokok yang membuat masyarakat senantiasa tergantung olehnya. Ketergantungan ini dapat dilihat dari realitas masyarakat yang menggunakan dan mengandalkan telekomunikasi sebagai alat untuk mengatasi mobilitas, menjalankan bisnis, menjalin dan mempererat tali silaturahmi, serta berbagai kepentingan lainnya. Layanan yang disediakan oleh operator - operator seluler juga semakin beragam, dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat sebagai konsumen dalam berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat.

Dampak baik yang timbul akibat turunnya tarif komunikasi seluler ini diantaranya ialah mempermudah proses komunikasi kalangan menengah ke bawah. Meskipun pulsa yang dibebankan untuk mengadakan telekomunikasi menjadi hal yang paling esensial dalam kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, kini pulsa dapat dibeli dengan beragam nominal mulai dari Rp. 1.000 bagi pelanggan prabayar menjadi dapat dijangkau oleh masyarakat. Turunnya tarif telekomunikasi akan semakin mempermudah akses komunikasi antar keluarga dan masyarakat Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Indonesia tidak hidup pada satu pulau saja. Melainkan tersebar di seluruh kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kemudahan akses komunikasi antar masyarakat secara tidak langsung akan mempererat jalinan simpul kebersamaan yang terwujud dalam meningkatnya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

Dampak positif yang kedua adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru, hal ini dapat terlihat dari berkembangnya industri kreatif (baca: agen penjualan pulsa), hampir tidak ada ruas jalan yang tidak terdapat konter agen penjual pulsa. Tidak terbatas itu, dengan tarif yang murah tentu pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis masyarakat tidak akan lagi terhambat akibat kurangnya komunikasi antar pengusaha. Usaha berbagai operator seluler untuk menurunkan tarif ini kemudian diikuti oleh operator seluler lainnya di Indonesia. Operator - operator seluler memanfaatkan turunnya tarif telekomunikasi ini dengan meluncurkan layanan - layanan yang ekonomis dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Hal ini, lagi - lagi menjadi berita baik di antara sekian berita buruk bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya kebijakan penurunan tarif ini tentu saja dapat meningkatkan produktivitas dalam masyarakat. Masyarakat kini sangat bergantung dengan teknologi telepon selular ini, bisnis mereka dapat berjalan baik karena adanya komunikasi yang baik pula antar rekan bisnis. Oleh karena itu, para pelaku bisnis seringkali menggunakan perangkat teknologi ini sebagai alat perantara untuk ikut andil dalam menjalankan bisnis mereka.

Tarif yang murah membuat masyarakat menjadi lebih sering untuk melakukan percakapan baik itu untuk bisnis atau mengenai hal – hal yang membuat mereka menjadi memiliki nilai tambah. Sebagai contoh, karena tarif kini sudah agak murah, banyak kita temui tempat – tempat usaha penjualan makanan atau lainnya memiliki layanan atau jasa untuk pengantaran makanan konsumen, dan tentu saja konsumen dapat menghubungi langsung ke nomor telepon seluler yang memiliki usaha tersebut. Betapa semakin mudahnya dan menguntungkan semua pihak ketika tarif ini lebih murah, bahkan mungkin lebih murah dari telepon rumah biasa. Oleh karena itu banyak penjual memberi nomor telepon selularnya dari pada nomor telepon rumah.

Ilustrasi diatas merupakan peristiwa yang umum apabila dikaitkan dengan pengaruh penurunan tarif telekomunikasi terhadap kehidupan sosial. Pengaruhnya yang signifikan tentu saja berupa aktivitas telekomunikasi yang semakin intens, karena kini masyarakat tidak lagi was - was dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk berkomunikasi. Sehingga, keadaan ini berujung pada semakin erat dan luasnya hubungan sosial dalam masyarakat. Namun, ada satu hal yang mungkin tidak secara umum diketahui khalayak luas. Bahwa, penurunan tarif telekomunikasi ini juga dapat berpengaruh terhadap stabilitas dan ketahanan negara. Apa korelasinya? Simpel saja. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang plural, dimana di dalamnya mudah timbul sentimen kedaerahan dan sejenisnya. Selain itu, kenyataan geografis negara Indonesia yang berupa negara kepulauan sangat berpotensi untuk menimbulkan isu separatisme.

Adanya rasa keterpencilan masyarakat di daerah pelosok, ditambah dengan masyarakat di daerah perbatasan yang merasa ikatan nasionalisme-nya terhadap bangsa Indonesia semakin longgar menjadi faktor utama dalam mendorong disintegrasi bangsa. Rasa keterpencilan dan keterkucilan ini sebenarnya dapat diatasi apabila diterapkan proses sirkulasi yang efektif dan efisien. Salah satu sistem dari proses sirkulasi yang dapat dijangkau oleh masyarakat di daerah pelosok dan perbatasan, apa lagi kalau bukan telekomunikasi. Dengan makin luasnya jaringan telekomunikasi yang dibangun dari Sabang sampai Merauke, maka semakin mudah pula akses telekomunikasi oleh saudara - saudara kita yang berada di pelosok. Apabila dikaitkan dengan penurunan tarif telekomunikasi, seyogyanya masyarakat Indonesia, baik yang berada di pelosok maupun perbatasan kini dapat menjalin telekomunikasi dengan saudara dan kerabat yang ada di seluruh tanah air.

Hal ini disebabkan karena masyarakat yang berada di daerah perbatasan dan pelosok cenderung merupakan masyarakat yang termasuk dalam golongan ekonomi lemah. Namun, dengan adanya penurunan tarif telekomunikasi, maka persoalan biaya tidak akan menghambat mereka untuk mengakses telekomunikasi. Tak pelak, penurunan tarif telekomunikasi ini pun mampu menyentuh sendi kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang paling fundamental : persatuan dan kesatuan.

Selain dampak baik yang ditimbulkan dari turunnya tarif telepon seluler diatas, berbagai efek negatif juga berkembang dalam masyarakat. Diantaranya ialah di samping produktivitas yang semakin meningkat, pola hidup masyarakat juga ikut menjadi konsumtif. Masyarakat menjadi lebih sering menggunakan telepon seluler mereka untuk melakukan percakapan atau sms. Dan tanpa mereka sadari juga pulsa mereka sebenarnya sudah banyak yang habis. Bahkan tak jarang juga yang menggunakan telepon selulernya untuk melakukan percakapan hingga berjam-jam. Dan itu tidak hanya dilakukan satu atau dua hari bahkan dalam satu minggu dapat mencapai tiga atau empat hari seseorang melakukan percakapan yang “jauh” dari batas normal. Dampak kedua dari menurunnya tarif adalah meningkatnya tingkat kriminal dengan modus penipuan lewat pesan singkat. Dengan menurunnya tarif telepon seluler membuat semakin mudahnya jaringan penipuan lewat sms ini dikirimkan oleh penipu ke berbagai nomor tujuan penipuan secara sekaligus. Modus penipuan umumnya dengan memberitahukan pemenang undian berhadiah dengan syarat mengirimkan uang pajak pada suatu rekening. Apabila hal ini tidak diwaspasdai oleh pengguna seluler bisa saja dia menjadi korban penipuan ini.

Lepas dari dampak baik ayau buruk turunnya tarif telepon seluler ini pada akhirnya sektor telekomunikasi dapat memberikan insentif untuk integrasi bangsa. Dimana telekomunikasi memberikan kontribusinya yang paling besar untuk menyatukan masyarakat di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, bila menilik kembali catatan - catatan yang telah tertorehkan sepanjang tahun 2008, sebenarnya tidak melulu catatan sedih yang terpampang disana.

Masih ada catatan manis yang membuat masyarakat Indonesia sedikit berbahagia. Keputusan Menkominfo yang diikuti oleh operator - operator seluler sepanjang tahun 2008 tentunya telah membawa berkah bagi masyarakat Indonesia, baik dalam kehidupan ekonomi maupun sosial. Di tahun 2008, yang secara kebetulan merupakan tahun dimana genap seabad kebangkitan nasional, kita telah melihat wujud dari komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan bangsa.

Analisis Peraturan Menteri No. 02/PER/M.KOMINFO/3/2008 Tentang Pedoman Pembangunan Dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi

(Representasi Kebijakan yang Membingungkan Industri Telekomunikasi)

Oleh : Dzulfikar Abdullah M.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Kenyataan bahwa pembangunan nasional di negeri ini tidak diarahkan pada orientasi yang benar (pemecahan masalah dasar yang dihadapi yaitu masalah korupsi dan penyalahgunaan wewenang oleh pemerintah) tetapi diarahkan kepada perebutan kekuasaan antara pihak eksekutif dan pihak-pihak lain, sehingga pembangunan di negeri ini berjalan di tempat (Wahid, 2008). Hal ini dapat dilihat dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang melarang semua operator nirkabel menggunakan menara dari perusahaan dengan investasi asing telah menyebabkan kebingungan investor. Menkominfo mengeluarkan Peraturan No. 02/PER/M.KOMINFO/3/2008 yang melarang investasi asing di bisnis penyedia menara telekomunikasi. Dalam Pasal 5 peraturan tersebut dinyatakan, penyedia menara, pengelola menara atau kontraktor menara adalah badan usaha yang seluruh modalnya atau kepemilikan sahamnya dimiliki oleh pelaku usaha dalam negeri.

Hal ini dapat difahami karena Sumber Daya Nasinal dirasa telah mampu dalam pendanaan/ investasi, pengadaan infrastruktur dan pengelolaan menara telekomunikasi. Tetapi Pemerintah seharusnya tidak membatasi investasi asing langsung dalam proyek-proyek infrastruktur karena sektor infrastruktur ini sangat penting dalam membuka lapangan pekerjaan dan menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan investasi yang sangat besar. Di sisi lain, tidak adanya kejelasan mengenai iklim investasi bidang komunikasi ini sangat menekan perusahaan.

Menara sebenarnya hanya satu bagian kecil dari rentang produk di sektor telekomunikasi yang dinilai pemerintah masih minim mengadopsi produk lokal. Dengan permen itu, investasi asing dalam konstruksi menara ataupun keterlibatan pemodal asing menjadi tertutup. Sebagai solusinya, dipilih kebijakan menara bersama yang kemudian telah mendorong sejumlah operator gencar menjual menaranya sepanjang tahun ini. Sebagai contoh, PT Excelcomindo memproses penjualan 7.000 menaranya, diikuti PT Bakrie Telecom Tbk menawarkan 543 menara dan Mobile-8 Telecom serta PT Hutchison. PT Telkomsel dan PT Indosat Tbk juga tengah berusaha mempercepat proses penjualan menara mereka.

Di satu sisi, keterlibatan pemain lokal mulai dari kontaktor menara, pabrikan menara, pemasok mekanik dan elektrikal serta subkontraktor mempunyai kontribusi besar tidak saja dari sisi pekerjaan, tetapi juga dari sisi permodalan. Dengan sinergi maka peluang lokal mengambil alih pekerjaan di industri menara telekomunikasi ini cukup besar. Namun dalam perkembangannya nanti, Peraturan Menteri Nomor No. 02/PER/M.KOMINFO/3/2008 tidak mungkin menyelesaikan masalah secara cepat, tetapi akan menimbulkan implikasi baru. Pemerintah pada dasarnya belum dapat menjamin penerapan kebijakan Peraturan Menteri Nomor No. 02/PER/M.KOMINFO/3/2008, hal ini terlihat dari baru akan ditetapkannya peraturan ini per Maret 2010 (http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id94998.html).

Tetapi apabila tujuan pelarangan investasi asing di bisnis penyedia menara telekomunikasi terlaksana akan meningkatkan iklim serta kepercayaan diri telekomunikasi dalam negeri. Hal ini mengakibatkan motivasi praktisi telekomunikasi dalam negeri untuk bergerak maju akan meningkat. Bukan tidak mungkin 30 tahun kedepan kita akan menjadi tuan di negeri sendiri pada bidang telekomunikasi (www.kr.co.id/web/detail.php?sid=148111&actmenu=46 - 46k). Apabila hal ini terjadi, maka rencana pemerintah menjadikan investasi menara dimiliki dan dikelola oleh investor Nasional akan membuahkan hasil. Ini akan membuat pemerintah terlihat dapat mengatasi dan menjaga stabilitas telekomunikasi dalam negeri. Hanya saja perlu adanya proteksi dari pemerintah pada tahap awal pelaksanaannya.

PUSTAKA PENUNJANG

http://web.bisnis.com. Melokalkan Telekomunikasi Melalui Menara Seluler. Di akses pada tanggal 30 Desember 2008

Wahid. Abdurrahman, 2008. Ikhwal sebuah istilah. Kompas 6 Maret 2008.

www.kr.co.id/web/detail.php?sid=148111&actmenu=46 - 46k. Di akses pada tanggal 30 Desember 2008.

Selasa, 30 Desember 2008

Konvergensi IT dan Telekomunikasi dan Keuntungan Bagi Masyarakat

Oleh: Pendi Setyawan

Fakultas Pertanian-Universitas Brawijaya

Dengan semakin berkembang pesatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), seiring itu pula masyarakat Indonesia mulai dimanjakan oleh berbagai hasil dari teknologi tersebut. Bagaimana tidak komunikasi yang tadinya lama dan perlu biaya yang cepat sekarang sudah bisa digenggam dengan sebelah tangan dan lebih terjangkau secara ekonomis, ditambah yang dulunya masyarakat yang tertutup oleh dunia luar seakan-akan bangun dan terbelalak dengan apa yang melanda dunia luar dengan adanya jaringan internet dan semacamnya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa dengan semakin pesatnya perkembangan IT dan telekomunikasi, maka perubahan-perubahan juga akan terjadi baik itu dalam bidang social kemasyarakatan, maupun bidang cultural (kebudayaan). Dimana semakin majunya akses komunikasi dan canggihnya teknologi, memaksa manusia untuk terus dapat berjalan beriringan dengan hal tersebut, agar tercapai suatu balance serta membangun integritas antara kehidupan manusia dengan perkembangan jaman yang ada.

Nampaknya masalah konvergensi IT dan telekomunikasi memang layak untuk diangkat di permukaan. Mengingat mata dan pikiran kita baik secara sadar ataupun tidak, akan tetap bergantung pada kedua hal itu. Perpaduan antara bidang teknologi serta inovasi yang timbul akibat berkembangnya telekomunikasi, secara tidak langsung akan berpengaruh pada pola pandang terhadap suatu perkembangan. Nah disinilah muncul harapan dengan adanya kombinasi antara IT dan teknologi komunikasi maka, kreativitas dapat muncul dengan sendirinya dan dengan kekuatan besarnya maka akan timbul berbagai layanan baru ataupun inovasi baru mencakup integritas atau proses peng-konvergenan dari IT dan telekomunikasi. Yang pada intinya akan semakin mempermudah aktivitas manusia. Khususnya dalam komunikasi baik itu berupa suara, tulisan sampai paket data yang saat ini terlihat semakin menjamur.

Dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, sehingga bisa dikatakan konvergensi IT dan telekomunikasi merupakan gerbang lebar bagi masyarakat untuk mengenali sekaligus memecahkan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat

Diantara bidang-bidang yang terkait langsung dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi ini ialah:

BIDANG PENDIDIKAN

Pendidikan sebagai salah satu perhatian utama Bangsa Indonesia bahkan terdapat dalam batang tubuh UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” memang merupakan suatu amanat besar yang diemban oleh Bangsa. Dan hal ini menunjukkan berapa pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa, bahkan setiap era pemerintahan mengeluarkan strategi khusus untuk memenuhi dan menjalankan amanat tersebut. Dengan adanya konvergensi bidang teknologi informasi dan telekomunikasi, maka akan membuka peluang bagi para pelajar untuk mengakses informasi yang mereka perlukan untuk memperkaya khasanah pengetahuan mereka. Selain itu dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi mampu menciptakan proses belajar mengajar tanpa batas misalnya dengan adanaya e-learning. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dengan konvergensi IT dan telekomunikasi dapat mendukung program pemerintah dalam rangka untuk mencerdaskan putra-putri bangsa, yang notabennya sebagai penerus bangsa dikemudian hari.

BIDANG KESEHATAN

Konvergensi IT dan telekomunikasi dalam bidang kesehatan bisa berfungsi sebagai jalur penghubung bagi pemerintah. Khususnya terkait kebijakan di bidang kesehatan dengan masyarakat sebagai pelaksana kebijakan. Contoh nyata peranan konvergensi IT dan telekomunikasi dibidang ini ialah proses sosialisasi ASKESKIN yang merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka mempermudah akses bagi keluarga miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga dengan demikian diharapkan akan tercipta generasi penerus bangsa yang kuat baik secara fisik maupun psikis.

BIDANG EKONOMI

Dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi diharapkan bisa meningkatkan terciptanya sektor-sektor ekonomi baru, mengingat Indonesia kaya dengan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. Dan hal itu dapat terwujud apabila adanya komunikasi yang baik diantara semua aspek yang mempengaruhi terciptanya sektor ekonomi baru tersebut baik itu antar Sumber Daya Alam (SDA) atau Sumber Daya Alam (SDA) dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tentunya harus mempunyai kualitas yang tangguh.

Selain itu dengan adanya konvergensi IT telekomunikasi juga bermanfaat bagi industri-industri yang sangat tergantung dengan IT dan telekomunikasi seperti bidang perbankan. Bidang perbankan menawarkan banyak produk yang mempermudah nasabah untuk bertransaksi seperti SMS Banking, Phone banking dan Internet banking. Dengan majunya telekomunikasi, yaitu dengan adanya handhone nasabah bisa langsung melakukan transaksi tersebut di atas. Selain itu konvergensi IT dan telekomunikasi juga bisa mendongkrak pariwisata di Indonesia dengan meningkatkan promosi-promosi tempat-tempat wisata agar bisa maksimal. Dengan demikian tingkat perekonomian penduduk sekitar tempat pariwisata juga meningkat.

BIDANG HANKAM

Dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi maka juga akan meningkatkan pertahanan dan keamanan Indonesia dengan cara membangun fasilitas-fasilitas telekomunikasi (fastel) di pulau-pulau terluar, di daerah terpencil dan didaerah yang rawan konflik.

Dari pemaparan di atas nampaknya masyarakat bersama pemerintah harus lebih terbuka dengan adanya perkembangan IT dan telekomunikasi. Mengingat kedua hal itu dapat menjadi kekuatan yang besar manakala, antara kedua hal tersebut mampu dikombinasikan untuk, mendukung suatu bidang tertentu atau untuk menciptakan suatu inovasi baru, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat selaku pengguna dari teknologi Informasi dan Telekomunikasi. Tapi yang perlu dipertimbangkan juga ialah kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah agar benar-benar dikaji secara matang sehingga benar-benar kebijakan yang terbaik untuk masyarakat. Sedangkan bagi masyarakat jangan serta merta masyarakat bersifat konsumerisme sehingga mereka lalai pada jati dirinya sebagai bangsa Indonesia dan juga diharapkan masyarakat agar cepat berbenah diri yang tadinya hanya sekedar konsumen sedikit-demi sedikit beralih menjadi produsen, sehingga Bangsa kita tidak “terjajah” secara teknologi, mengingat pangsa pasar Indonesia yang cukup besar ditambah dengan jumlah penduduk yang cukup besar menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan peluang pemasaran yang sangat potensial. Jadi pada intinya mari kita sebagai warga masyarakat bekerjasama dengan pemerintah untuk saling bahu-membahu, dan jangan sampai peluang besar ini dilewatkan begitu saja karena bagaimanapun juga konvergensi IT dan telekomunikasi akan terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan meningkatnya kompleksitas social sehingga kita benar-benar bisa memanfaatkan seoptimal mungkin sisi positif dari konvergensi IT dan telekomunikasi ini untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat kita serta demi kejayaan Nusa dan Bangsa Indonesia.

www.agroprisma.blogspot.com

Rabu, 24 Desember 2008

AGENDA PENULISAN PRISMA

AGENDA KOMPETISI PENULISAN 2009-2010

NO

KEGIATAN

JADWAL

1

Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM) Tingkat Nasional :

ü Usulan Karya Tulis ke Dikti

ü Presentasi Tingkat Nasional

Februari (minggu ke-2) 2009

April / Mei 2009

2

Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Maba angkatan 2008/2009 :

ü Bidang IPA, IPS, Pendidikan dan Seni Tingkat Fakultas

ü Bidang IPA, IPS, Pendidikan dan Seni Tingkat Universitas

ü Bidang IPA, IPS, Pendidikan dan Seni Tingkat

ü Nasional

Maret (awal) 2009

Mei 2009

Juli / Agustus 2009

3

Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Mala Bidang IPA, IPS,dan Pendidikan:

ü Presentasi Tingkat Universitas

ü Presentasi Tingkat Wilayah C

ü Presentasi Tingkat Nasional (PIMNAS)

Maret – April 2009

Mei – Juni 2009

Juli 2009

4

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM)

Bidang Penulisan Ilmiah :

ü Usulan Artikel Ilmiah PKM – I ke Dikti

ü Presentasi Tingkat Nasional

Maret 2009

Juli / Agustus 2009

5

Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Bidang Seni :

ü Usulan Karya Tulis ke Dikti

ü Presentasi Tingkat Nasional

Mei 2009

Juli 2009

6

Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM)- Lingkungan Hidup :

ü Usulan Karya Tulis ke Dikti

ü Presentasi Tingkat Nasional

Agustus 2009

September / November 2009

7

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) BidangPenelitian, Teknologi, Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan :

ü Usulan Proposal ke Dikti

ü Presentasi Tingkat Nasional

Oktober 2009

Juli /Agustus 2010

KOMPETISI KARYA TULIS ILMIAH PELAJAR Se-JATIM 2009


PETUNJUK PELAKSANAAN

KOMPETISI KARYA TULIS ILMIAH PELAJAR

(KKTIP) Se-JATIM 2009

1. DESKRIPSI

Karya tulis adalah salah satu bentuk hasil pemikiran dan serangkaian kegiatan yang dilakukan berdasarkan metoda ilmiah, dituangkan dalam bentuk uraian yang runtut, obyektif, mudah dipahami dan berisikan argumentasi yang kuat serta dapat memberi jawaban atas permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Bidang yang dipilih sebagai acuan penilaian adalah bidang IPA.Bidang tersebut memberikan peluang kepada siswa siswi SMA menorehkan gagasan, pikiran, ataupun masalah sehari – hari. Pengembangan gagasan ilmiah pada bidang IPA memerlukan daya pikir dan nalar yang kuat tanpa harus melihat kebiasaan.

2. URAIAN KONSEP

2.1 Persyaratan peserta

· Peserta Kompetisi karya tulis adalah siswa sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat yang masih aktif dan terdaftar di sekolah serta tidak terkena sanksi

· Peserta dapat perorangan atau berkelompok maksimal dalam satu tim tiga orang

· Peserta belum pernah mempresentasikan karya ilmiah yang sama pada lomba atau mempublikasikannya dalam bentuk apapun

· Peserta hanya diperkenankan untuk ikut pada satu kelompok

· Peserta harus mendapatkan rekomendasi dari Kepala Sekolah.

2.2 Sifat dan isi tulisan

· Kreatif dan objektif

a. Tulisan berisi gagasan kreatif yang merupakan hasil pemikiran secara terbuka

b. Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak menonjolkan permasalahan subjektif

c. Tulisan didukung oleh data dan informasi yang terpercaya

d. Bersifat asli ( bukan karya jiplakan) dan menjauhi duplikasi

· Logis dan sistematis

a. Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut

b. Pada dasarnya karya tulis memuat unsur – unsur identifikasi masalah, analisis permasalahan, kesimpulan dan memuat sasaran- sasaran rekomendasi

· Isu tulisan berdasarkan telaah pustaka dan bukan hasil penelitian

· Materi karya tulis merupakan isu mutakhir atau aktual

2.3 Pembimbing

Setiap kekegiatan penulisan oleh peserta, baik yang bersifat perorangan maupun kelompok perlu mendapat bimbingan dari guru pembimbing secara intensif.

2.4 Proses Seleksi

1. Seleksi awal dilakukan oleh panitia penilai untuk memilih 10 karya tulis ilmiah terbaik.

2. Seleksi akhir dilakukan oleh dewan juri untuk memilih peserta terbaik I, II, III,

pada setiap bidang.

2.5 Tema dan Topik

Bidang IPA :

“Revitalisasi Pangan, Energi Dan Air Sebagai Upaya Membangun Bangsa ”.

Berikut ini beberapa alternatif topik atau sub tema (tidak menutup kemungkinan pemilihan topik atau sub tema yang lain) yang dapat dipilih sebagai acuan penulisan adalah:

  1. Sumber energi terbaharukan berbasis skala rumah tangga
  2. Pengelolaan potensi lokal dalam menunjang pertanian Indonesia
  3. Pemanfaatan agens hayati dalam menunjang kegiatan medis dan lingkungan

2.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur sebagai berikut:

A. Bagian Awal

1. Warna cover depan makalah : biru

2. Halaman Judul

· Judul diketik dengan huruf besar (kapital), hendaknya ekpresif, sesuai dan tepat dengan masalah yang ditulis dan tidak membuka peluang untuk penafsiran ganda.

· Nama penulis dan nomor induk siswa ditulis dengan jelas.

· Nama sekolah ditulis dengan jelas.

3. Lembar Pengesahan

· Lembar pengesahan memuat judul, nama penulis, dan nomor induk.

· Lembar pengesahan ditandatangani oleh guru pembimbing dan kepala sekolah.

· Lembar pengesahan diberi tanggal sesuai dengan tanggal pengesahan.

4. Kata Pengantar dari penulis yang menyebutkan tema dan topik.

5. Daftar isi dan daftar lain yang diperlukan seperti daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.

6. Ringkasan karya tulis disusun sebanyak-banyaknya dua halaman yang mencerminkan isi keseluruhan karya tulis ilmiah.

B. Bagian Inti

1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisi hal-hal sebagai berikut:

· Perumusan masalah yang mencakup latar belakang tentang alasan mengangkat masalah tersebut menjadi karya tulis dan penjelasan tentang makna penting serta menariknya masalah tersebut untuk ditelaah. Latar belakang sebaiknya didukung oleh informasi dan atau data yang terpercaya.

· Uraian singkat mengenai identifikasi masalah atau perumusan masalah.

· Tujuan penulisan diuraikan dengan jelas.

· Manfaat penulisan bagi pemerintah dan masyarakat.

2. Telaah Pustaka

Tinjauan pustaka berisi hal-hal sebagai berikut:

· Uraian yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang releven dengan masalah yang dikaji.

· Uraian mengenai pendapat berkaitan dengan masalah yang dikaji.

· Uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan.

3. Metode Penulisan

Penulisan dilakukan mengikuti metode yang benar dengan menguraikan secara cermat cara/prosedur pengumpulan data dan atau informasi, pengolahan data dan atau

informasi, serta analisa sintesis.

4. Analisis dan Sintesis

  • Analisis permasalahan didasarkan pada data dan/ata informasi serta telaah pustaka.
  • Sintesis untuk menghasilkan alternatif model pemecahan masalah atau gagasan yang kreatif.

5. Simpulan dan Saran

  • Simpulan harus konsisten dengan analisis permasalahan dan menjawab tujuan.
  • Saran disampaikan berupa kemungkinan atau prediksi transfer gagasan dan adopsi teknologi.

C. Bagian Akhir

1. Daftar Pustaka

· Daftar pustaka ditulis untuk memberi informasi sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan.

· Penulisan daftar pustaka untuk buku dimulai dengan menulis nama pengarang, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, dan tempat terbit.

· Penulisan daftar pustaka untuk jurnal dimulai dengan nama penulis, tahun, judul tulisan, nam jurnal, volume dan nomor halaman. Penulisan daftar pustaka yang diperoleh dari internet ditulis alamat web site-nya.

· Penulisan yang diperoleh dari media cetak ditulis nama sumbernya, tanggal, dan halaman.

2. Daftar Riwayat Hidup

Daftar riwayat hidup peserta mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pengalaman organisasi, karya ilmiah yang pernah dibuat, dan penghargaan ilmiah yang pernah diraih.

3. Lampiran (jika diperlukan), seperti: foto/ dokumentasi, data dan informasi lainnya yang mendukung isi tulisan.

2.6 Persyaratan Penulisan

Naskah karya tulis peserta KKTIP SeJawa Timur 2009 harus memenuhi persyaratan :

1. Naskah ditulis minimal 20 halaman dan maksimal 35 halaman. Jumlah halaman yang tidak sesuai dengan

ketentuan tersebut dapat mengurangi penilaian.

2. Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak menggunakan singkatan seperti tdk, tsb, yg, dgn, dll, sbb.

3. Naskah yang dikirim jumlahnya 4 eksemplar.

2.7 Pengetikan Naskah

Pengetikan naskah karya tulis peserta KKTIP SeJawa Timur 2009 FP UB 2009 mengikuti kaidah – kaidah berikut :

1. Tata Letak

· Karya tulis diketik 1,5 spasi pada kertas berukuran A4, (font 12, times new roman style).

· Batas pengetikan: samping kiri 4 cm, samping kanan 3 cm, atas dan bawah masing-masing 3 cm.

· Jarak pengetikan, bab, sub bab, dan perinciannya:

a. Jarak pengetikan antara bab dan sub bab 3 spasi. Sedangkan antara sub bab dan kalimat di bawahnya 2 spasi.

b. Judul bab diketik di tengah-tengah dengan huruf besar dan dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa digaris bawahi.

c. Judul sub bab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti, yang, dari, dan.

d. Judul anak sub bab ditulis mulai dari sebelah kiri dengan indensi 5 (lima) pukulan. Huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti yang, dari, dan.

e. Jika masih ada sub judul dalam tingkatan yang lebih rendah, ditulis seperti pada butir (c) di atas, lalu diikuti oleh kalimat berikutnya.

2. Pengetikan Kalimat

Alinea baru diketik sebaris dengan baris diatasnya dengan jarak 1,5 spasi. Pengetikan kutipan langsung yang lebih dari 3 baris diketik 1 spasi menjorok ke dalam dan semuanya tanpa diberi tanda petik.

3. Penomoran Halaman

· Bagian pendahuluan yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, kata pengantar dan daftar isi memakai angka romawi kecil dan diketik sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya).

· Bagian tubuh/pokok sampai dengan bagian penutup memakai angka Indonesia dan diketik denga jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas (1,2,3, dan seterusnya). Nomor halaman pertama dari tiap bab tidak ditulis tetapi tetap diperhitungkan.

III. TATA TERTIB PRESENTASI

1. Peserta wajib hadir 30 menit sebelum acara dimulai.

2. Peserta wajib memakai seragam sekolah, lengkap dengan atributnya.

3. Setiap peserta diberi waktu 30 menit, dengan ketentuan sebagai beriku:

a. Presentasi : 15 menit

b. Tanya jawab dengan Dewan Juri : 10 menit

c. Tanya jawab dengan audiensi : 5 menit

4. Peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat/ruang presentasi tanpa seijin panitia dan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

5. Apabila peserta tidak hadir maksimal 5 menit dari waktu presentasinya maka,

dianggap mengundurkan diri dan tidak ada penambahan waktu.

6. Penilaian dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

7. Hal-hal yang belum diatur dan/atau apabila ada kekeliruan akan dilakukan penambahan dan perbaikan secepatnya oleh Panitia KKTIP SeJawa Timur 2009.

V. PENILAIAN

Penilaian KKTIP SeJawa Timur 2009 dilakukan oleh dewan juri. Adapun kriteria dan jumlah dewan juri ditentukan oleh panitia KKTIP SeJawa Timur 2009. Anggota dewan juri KKTIP SeJawa Timur 2009 paling sedikit berjumlah 3 (tiga) orang pada setiap bidang yang terdiri dari 2 (dua) orang juri tingkat wilayah dan 1 (satu) orang juri tingkat nasional. Dewan juri KKTIP SeJawa Timur 2009 yang akan menilai makalah dan presentasi, berasal dari staf pengajar perguruan tinggi dan/atau instansi lainnya yang teruji kepakaran dalam bidang ilmunya dan memiliki pengalaman dalam menilai karya tulis ilmiah. Peserta akan didiskualifikasikan apabila menyerahkan naskah melewati batas waktu yang telah ditetapkan oleh panitia. Bagi pemenang yang berhasil mencapai urutan tertinggi I, II, III pada setiap bidang dalam pelaksanaan KKTIP SeJawa Timur 2009 akan diberi penghargaan oleh panitia pelaksana.

FORMULIR PENILAIAN PENULISAN BIDANG IPA

KKTIP JAWA TIMUR 2009

Nomor :............................

Nama peserta : 1. ...........................

2. ...........................

3. ...........................

Nama sekolah :................................

No

Kriteria Penilaian

Bobot

Skor

Skor terbobot

1.

Format Makalah

ü Tata tulis: ukuran kertas,tipografi, kerapihan ketik, tata letak, jumlah halaman.

ü Pengungkapan: sistematika tulisan, ketepatan dan kejelasan ungkapan, bahasa baku yang baik dan benar.

5



2.

Kreatifitas Gagasan

ü Komprehensif dan keunikan.

ü Struktur gagasan (gagasan muncul di dukung oleh argumentasi ilmiah).

15



3.

Topik Yang Dikemukakan

ü Sifat topik, rumusan judul dan

kesesuaian dengan ihwal bahasan, aktualitas.

ü Kejelasan uraian permasalahan.

ü Relevansi topik terhadap tema.

5



4.

Data dan Sumber Informasi

ü Relevansi data dan informasi yang diacu dengan uraian tulisan.

ü Keakuratan dan integritas data dan informasi.

ü Kemampuan menghubungkan berbagai data dan informasi.

15



5.

Pembahasan, Kesimpulan, dan Transfer Gagasan

ü Kemampuan menganalisa dan mensintesis serta merumuskan kesimpulan.

ü Kemungkinan/prediksi transfer gagasan dan proses adopsi.

60




SKOR TERBOBOT TOTAL




.........................2009

Juri

(..................................)

Catatan :

1. Nilai skor yang diberikan antara ;

40 - 60 : Kurang

61 – 70 : Cukup

71 – 90 : Baik

2. Skor terbobot = bobot x nilai skor

FORMULIR PENILAIAN PRESENTASI BIDANG IPA

KKTIP JAWA TIMUR 2009

Nomor :............................

Nama peserta : 1. ...........................

2. ...........................

3. ...........................

Nama sekolah :................................

No

Kriteria Penilaian

Bobot

Skor

Skor terbobot

1.

Penyajian

ü Sistematika penyajian dan isi

ü Alat Bantu

ü Penggunaan tutur bahasa yang baku

ü Cara presentasi (sikap)

ü Ketepatan waktu

15

(3)

(3)

(3)

(3)

(3)



2.

Tanya Jawab

ü Kebenaran dan ketepatan jawaban

ü Upaya mempertahankan argumentasi/ pendapat

ü Keterbukaan peserta dalam acara tanya jawab

25

(10)

(10)

(5)




SKOR TERBOBOT TOTAL




………………………2009

Juri

(………………………)

Catatan :

1. Nilai skor yang diberikan antara ;

40 - 60 : Kurang

61 – 70 : Cukup

71 – 90 : Baik

2. Skor terbobot = bobot x nilai skor

KKTIP PRISMA FP UB 2009 MEMPEREBUTKAN


Juara I

Tropy

Sertifikat

Uang Pembinaan Rp. 1.500.000,-

Juara II

Tropy

Sertifikat

Uang Pembinaan Rp. 1.000.000,-

Juara III

Tropy

Sertifikat

Uang Pembinaan Rp. 750.000,-



MAKALAH KARYA TULIS ILMIAH PELAJAR

DAPAT DIKIRIM LANGSUNG atau MELALUI POS

Ke :

PANITIA KKTIP PRISMA FP UB 2009

Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa

Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

Jln. Veteran 6 Malang 65145 Jawa Timur

Contact Person:

ERFAN (08990579056)

WITA (085648105656)

JULHARFANDI (085233102880)